Monday, May 30, 2011

Bila tersihirnya TUKANG SIHIR...

SALAH seorang dari Yaman bernama Zamad, suatu
ketika mengunjungi kota Mekah. Sampainya di Mekah
ia meyakinkan beberapa tokoh Quraisy, bila dirinya
mampu melenyapkan roh jahat yang bersemayam dalam
diri Muhammad. Tentu saja ini membuat pembesar
Quraisy dibuat gembira bukan kepalang, karena mereka
menganggap bahwa kekuatan kata-kata Muhammad,
tidak lain karena beliau dibantu oleh jin yang bersemayam
dalam diri beliau.
Zamad pun pergi menemui Nabi dan mengungkapkan
keinginannya untuk "mengubati beliau."
Setelah mendengar penjelasan Zamad, Nabi menjawab,
"Dengarkan perkataanku dulu!"
Kemudian Nabi membacakan beberapa ayat al-
Qur'an. Zamad merasa gemetar dan meminta Muhammad
agar mengulangi beberapa ayat al-Qur'an. Pada saat Nabi
membacakan untuk yang ketiga kali, perubahan Zamad
benar-benar sempurna dan penuh kerelaan ia berseru,
"Aku pernah mendengar mantra para juru ramal dan ahli
sihir. Juga aku telah mendengar para penyair membaca
puisi. Namun perkataan Muhammad tidak mirip sama
sekali. Kata-katanya lebih menyerupai suara dari kedalaman
yang tak terperikan."

Thursday, May 19, 2011

Dia yang Datang untuk MEMBUNUH...

SUATU saat Nabi SAW terlelap sendirian di bawah
pohon. Da'sur, seorang penunggang kuda yang sangat
memusuhi Nabi datang menghampiri.
Terganggu oleh suara berisik, Rasulullah membuka
kedua matanya dan melihat sebilah pedang mengilap
terayun-ayun tepat di atas kepala beliau.
"Siapa yang akan melindungimu sekarang?" bentak
Da'sur kasar dan mengejek.
"Allah," jawab Nabi tenang dan penuh percaya diri.
Da'sur tersentak oleh jawaban Nabi yang sangat
tenang, tubuhnya bergetar hingga membuat pedangnya
lepas dari tangan.
Nabi bangkit, lalu memungut pedang itu seraya bertanya,
"Siapa yang akan melindungimu sekarang?"
"Tidak ada," jawab kesatria musyrik itu.
"Ada," kata Nabi, "Allah juga yang akan melindungimu.
Ambil kembali pedangmu, dan pergi dari sini!"
Sang kesatria yang keheranan itu beranjak pergi,
namun belum berselang lama ia melangkah ia kembali ke
arah Nabi dan menyatakan masuk Islam.

Friday, May 13, 2011

...MANISnya perCINTAan...

Pernah suatu ketika Aisyah r.a. bertanya kepada Rasulullah, Bagaimanakah kasihmu terhadapku?

Seperti ikatan simpulan tali, jawab baginda yang bermaksud kasihnya itu kuat dan kukuh. Lalu pada waktu-waktu seterusnya Saidatina Aisyah r.a. akan bertanya kepada Rasulullah, Bagaimana keadaan simpulan itu? dan jawab baginda Demi Allah, masih sama (kukuh)

Siapakah kita golongan insan hakikatnya tiada yang sempurna….tapi hakikatnya terlalu sukar menepis keinginan rasa hati mencapai kesempurnaan dalam kehidupan, dalam apa jua perkara...Pernahkah terasa seolah-olah ada sahaja halangan, penghalang, gangguan yang mengeruhkan keadaan seketika perjalanan dipertengahan jalan?

Itulah ujian….selagi mana bernamanya kita insan, manusia dan merupakan khalifah Allah di atas muka bumi ini, selagi tu takkan terhenti ujianNya untuk hamba-hambaNYA…..


Thursday, May 12, 2011

...cantiknya...






Subhanallah...cantik betul tempat ni...pandang kiri nampak pulau, pantai, air laut yang kebiru-biruan...pandang kanan Alhamdulillah nampak wajah seseorang...mesti aku tak akan pandang kiri lagi...hee
(cube teka kat mane?)




Ya Allah,
bagaikan terbang dilangit biru mu...

bagaikan tenggelam dilaut biru mu...

bagaikan silau matahari siang mu...

bagaikan sayup bulan malam mu...

Ya Allah,
adakah itu bintang yang beribu...

adakah itu bintang yang satu...

adakah itu bintang syurga mu...

adakah itu bintang bersamaku...



Thursday, April 28, 2011

-Saksi-

Wajahmu kerap kumimpi

Wajahmu sering kupuja


Buatku terasa sepi kala ku bukakan mata

Kau masih belum pun ku punya Rinduku masih kau tak peka


Cintamu kerap kumimpi

Cintamu sering kudamba


Buatku terasa sedih kala ku bukakan mata

Kau masih belum pun kudakap rinduku masih kau tak singkap


Bila nak saksi kau datang terkulai?

Bila nak saksi kau datang membelai?

Bila nak saksi cintaku sampai?


Dirimu kerap ku mimpi

Dirimu sering ku khayal


Aku angan-angankan kau dapat bersama

Nyatakan cinta yang terpendam Membina istana tersergam


Bila nak saksi kau datang terkulai?

Bila nak saksi kau datang membelai?

Bila nak saksi cintaku sampai?

Bila nak saksi cintamu ku damba

Dirimu kerap ku mimpi Dirimu sering ku khayal

Aku Angan angankan